Jumat, 21 November 2014

Fungsi Numerik

1.        Jika diketahui Yn = 8n dan Zn = 2 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn + Zn, maka...
A.    Xn = 8n + 8
B.      Xn = 8 + 8n
C.    Xn = 8n
D.   Xn = 8n + 2
E.      Xn = 2 + 8n

JAWAB:

Jumlah dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan jumlah harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n. Jika Yn = 8n dan Zn = 2 dan Xn = Yn + Zn maka Xn = 8n + 2

2.        Jika diketahui Yn = 4n dan Zn = 6 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn . Zn, maka...
A.    Xn = 4n
B.    Xn = 6(4n )
C.    Xn = 4(6n )
D.     Xn = 6
E.      Xn = 4n (6)

JAWAB :

Hasil kali dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan hasil kali harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n.Jika Yn = 4n dan Zn = 6 dan Xn = Yn . Zn maka Xn = 6(4n) 

3.        Jika Xn = 6n dan Yn = S-2 untuk n ≥ 0, maka...
A.   Yn = 6n+2
B.      Yn = 62
C.    Yn = 6n-2
D.     Yn = 6n
E.      Yn = 62n

JAWAB :

Misalkan An adalah sebuah fungsi numerik dan i adalah sebuah integer positif. Kita gunakan S-iA untuk menyatakan fungsi numerik yang nilainya sama dengan A n+i pada n ≥ 0.
Dengan rumus : S-iA = A n+i
Jika Xn = 6n dan Yn = S-2 maka Yn = 6n+2

4.   Jika An = 3n dan Bn = ΔA untuk n ≥ 0,maka....
A.    Bn = 3n + n
B.      Bn = 3n – n
C.    Bn = 3n-1
D.   Bn = 3n+1 – 3n
E.      Bn = 3n+1 + 3n

JAWAB :

ΔA adalah beda maju dari An. Beda maju (forward difference) dari sebuah fungsi numerik An adalah sebuah fungsi numerik yang dinyatakan dengan ΔA , dimana harga ΔA pada n sama dengan harga An+1 - An sehingga jika An = 3n dan Bn = ΔA maka Bn = 3n+1 – 3n

  1. Jika bn = 7n , n ≥ 0 dan en = Δb, tentukan  maka en= …
A.  en = 7 n+1, n ≥ 0
B.   en  = 7 n+1-7n, n ≥ 0
C. en  = 7 n, n ≥ 0
D.  en  = 7 n-1  + 7n, n ≥ 0
E.   en  = 7 n – 7n, n ≥ 0

JAWAB :

ΔA adalah beda maju dari bn. Beda maju (forward difference) dari sebuah fungsi numerik bn adalah sebuah fungsi numerik yang dinyatakan dengan ΔA , dimana harga ΔA pada n sama dengan harga An+1 - An sehingga jika bn = 7n dan en = ΔA maka  en = 7n, n  0

  1. Jika diketahui Yn = 2n dan Zn = 4 untuk n ≥ 0 dan Xn = Yn . Zn, maka...
    1. Xn = 2n
    2. Xn = 2(4n )
    3. Xn = 4(2n )
    4. Xn = 4
    5. Xn = 2n (4)

JAWAB :

Hasil kali dari dua fungsi numerik adalah sebuah fungsi numerik yang harganya pada n tertentu sama dengan hasil kali harga-harga dari kedua fungsi numerik pada n.Jika Yn = 2n dan Zn = 4 dan Xn = Yn . Zn maka Xn = 4(2n) 





Nama   : Lidya Resta Oktaviany
NPM     : 54413980
Kelas    : 2IA14

Jumat, 14 November 2014

Kekurangan dan Kelebihan Android Smartphone

Walaupun masih tergolong baru akan tetapi sistem operasi google memiliki perkembangan yang sangat cepat. Android berkembang dengan sangat cepat,diciptakan untuk sejajar atau lebih setingkat dari iOS anroid tentu saja tidak terlepas dengan pabrik-pabrik besar yang ber OS android .



Jika Anda berencana membeli sebuah ponsel Android, dan ingin tahu apa kelebihan dan kekurangannya, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari smartphone dengan sistem operasi Android.

Kelebihan Android SmartPhone

1. Multitasking –ponsel Android bisa menjalankan berbagai aplikasi, itu artinya Anda bisa dengerin lagu sambil Browsing dan Facebookan.

2. Kemudahan dalam Notifikasi – Setiap ada Email,SMS atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android, tak ketinggalan Lampu LED Indikator yang berkedip-kedip, sehingga Anda tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun Misscall sekalipun.

3. Lewat Google Android App Market anda bisa mendownload gratis atau berbayar Ribuan Aplikasi Android.

4. Pilihan Ponsel yang beranekaragam - Bicara ponsel Android, akan terasa ‘beda’ dibandingkan dengan iOS, jika iOS hanya terbatas pada iPhone dari Apple, maka Android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa bebas memilih ponsel Android sesuai dengan ‘merk’ favorite.

5. Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi – tak puas dengan tampilan standar Android, jangan khawatir ada banyak Costum ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android.

6. Widget – benar sekali, dengan adanya Widget di homescreen, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai setting dengan cepat dan mudah.

7. Google Maniak – Jika Anda pengguna setia layanan Google mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga Anda bisa dengan cepat mengecek email dari gMail.

Kekurangannya Android SmartPhone

Tak bisa dipungkiri disamping kelebihan tentu saja ada kekurangan dari sistem operasi Android ini.

1. Koneksi Internet yang terus menerus – Yups, kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif. itu artinya Anda harus siap berlangganan paket GPRS yang sesuai dengan kebutuhan.

2. Iklan – Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi

Minggu, 02 November 2014

File Indeks

File indeks merupakan jenis file yang banyak dipakai dalam program aplikasi. Dengan menggunakan file index memiliki banyak kelebihan, antara lain:

1. Pembacaan data dapat dilakukan dengan cepat.
2. Data dapat diurutkan secara ascending berdasarkan sebuah field atau 
 sejumlah field.
3. Isi file dapat dimodifikasi atau dihapus dengan cepat tanpa harus 
 mengakses record-record lain.
     Pengaksesan pada file index dapat dilakukan dengan cepat disebabkan adanya kunci (key). Pada MS-Cobol, key dari record disimpan dalam file yang terpisah dengan file data record. File key mempunyai extention berupa .KEY. Kunci utama dari record pada file index bersifat unik yang artinya setiap kunci 
record memiliki nilai yang berlainan.

Contoh :

















Saya membuat contoh untuk mengurutkan data MHS.DTA berdasarkan NPM, maka harus dibentuk file indeks yang hanya berisi field NPM.
1. START menandakan untuk memulai program.
2. Input “N=0” yang berarti mengisi data awal “N” adalah 0.
3. Kemudian memproses N = N + 1
4. Membaca data di file MHS.DAT untuk menyatakan record ke berapa.
5. Memeriksa apakah data sudah sampai di /* maka akan selesai.
6. Jika belum sampai pada yang telah ditentukan, maka dicetak terlebih dahulu atau dipindahkan ke file INDEKS.DTA, dan mencetaknya sebagai “Record ke – N”.

File MHS.DTA :

NPM
NAMA
KELAS
55413577
ARYA
2IA13
55413678
PRIMA
2IA11
56313709
KARTIKA
2IA12
57213566
IRFAN
2IA14
/*




File INDEKS.DTA :


NPM
KETERANGAN
55413577
Record Ke – 1
55413678
Record Ke – 2
56313709
Record Ke – 3
57213566
Record Ke – 4
/*



Lidya Resta Oktaviany
54413980
2IA14

Jumat, 24 Oktober 2014

Pembentukan Kata Lebih Lanjut

       Pembentukan lebih lanjut adalah pembentukan kata turunan melalui proses morfologi bahasa Indonesia dengan kata-kata serapan sebagai bentuk dasarnya.

    Proses pembentukan ada 3 macam, yaitu pengimbuhan, pengulangan, dan pemajemukan. Dalam kaitannya dengan unsur serapan, pembicaraan hanya menyangkut pengimbuhan, karena dalam pengulangan dan pemajemukan tidak ada yang perlu dibicarakan. Pembicaraan mengenai pembentukan lebih lanjut sebenarnya sudah dimulai ketika dibicarakan konfiks peng-an dan ke-an dengan unsur serapan sebagai kata dasarnya. Dalam kaitannya dengan penambahan awalan meng-, peng-, dan peng-an, perlu diamati apakah kata dasar yang berupa kata serapan itu diperlakukan sama atau berbeda dengan kata-kata yang lebih asli.
·         
  •  Kata-kata yang diawali oleh konsonan hambatan tak bersuara /p/, /t/, /k/, dan geseran apiko-alveolar /s/ jika mendapat awalan meng- atau peng- fonem tersebut hilang atau luluh, contoh pukul menjadi memukul dan pemukul, tolong menjadi menolong dan penolong. 
  •  Kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan bilabial tak bersuara /p/, jika mendapat awalan meng- dan peng-, atau peng-an seperti contoh : paket menjadi memaket dan pemaketan, potret menjadi memotret dan pemotretan.
  •   Kata serapan yang diawali dengan konsonan hambatan apiko dental tak bersuara /t/, jika mendapat awalan meng- dan peng-an seperti contoh telpon menjadi menelpon dan penelponan, teror menjadi meneror dan peneroran.
  •  Konsonan geseran labio-dental tak bersuara /f/ dulu disesuaikan dengan system fonologi bahasa Indonesia menjadi /p/. Yang sudah disesuaikan menjadi /p/ mengalami penghilangan atau luluh, sedang apabila tetap /f/  mendapat sengauan yang homorgan, yaitu /m/. contoh pikir menjadi memikirkan dan pemikiran.
  •  Konsonan hambatan dorso-velar tak bersuara /k/ yang mengalami kata-kata katrol, kontak, konsep, dan keker luluh apabila mendapat awalan meng- atau konfiks peng-an.
  •  Kata-kata serapan yang diawali dengan fonem geseran apiko-dental tak bersuara /s/ ada yang mengalami peluluhan ada yang tidak. Contohnya adalah sample, seior, sekrup, dan setop.
  •  Kata dasar serapan yang diawali oleh gugus konsonan /pr/ seperti protes, program, produksi, dan praktik jika mendapat awalan meng-/p/ tidak luluh, tetapi apabila mendapat konfiks peng-an /p/nya menjadi luluh.
  •  Kata serapan yang diawali dengan gugus konsonan /tr/, /st/, /sk/, /sp/, /pl/, /kl/, konsonan yang awalnya tidak pernah mengalami peleburan, baik dalam pembentukan dengan awalan meng-, peng-, maupun konfiks peng-an, contohnya mentraktir, pentraktir, menstabilkan, penstabil, penstabilan, menskalakan, penskala, penskalaan.



Selasa, 14 Oktober 2014

Ejaan

  • Huruf Kapital
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab suci.
Contoh : - Tuhan sangat menyayangi hamba-Nya.
              - Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang.
2. Huruf kapital dipakai untuk nama diri, gelar kehormatan, keturunan, atau keagamaan.
Contoh : - Prof. Ahsan Santoso
              - Ihsan Abraham,S.Psi
3. Huruf kapital dipakai untuk nama jabatan jika dikaitkan dengan nama instansi atau nama daerah sebagai pengganti diri.
Contoh : - Presiden Indonesia
              - Gubernur Sumatera Utara
4. Huruf kapital dipakai untuk nama diri atau nama lembaga yang terdiri atas beberapa kata.
Contoh : - Institut Kesenian Jakarta
              - Kartika Puteri
5. Huruf kapital dipakai dalam kata-kata yang memiliki pengetian khusus.
Contoh : - Doni melamar pekerjaan di Departemen Kesehatan
              - Prila adalah mahasiswi Fakultas Psikologi di Universitas Padjajaran
6. Untuk nama diri yang kemudian menjadi nama jenis, tidak perlu menggunakan huruf kapital.
Contoh : - Adik membeli jeruk bali
              - Monica membeli bika ambon
7. Untuk kata-kata dengan pengertian umum tidak perlu menggunakan huruf kapital.
Contoh : - Suatu kerajaan dipimpin oleh seorang raja
              - Pekerjaan presiden dibantu oleh para menteri

  • Huruf Tebal dan Huruf Miring
1. Huruf tebal dipakai untuk penulisan judul buku (jika ditulis tangan harus memakai garis bawah).
Contoh : - Organisasi dan Arsitektur Komputer
              - Pendidikan Kewarganegaraan
2. Judul naskah yang belum diterbitkan, cukup menggunakan tanda petik (" ").
Contoh : - "Bahasa Indonesia Terpadu"
              - "Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan"
3.Judul tersebut kalau dicetak harus menggunakan huruf miring.
Contoh : - "Bahasa Indonesia Terpadu"
              - "Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan"
4. Judul karangan yang dimuat didalam buku harus menggunakan huruf miring.
Contoh : - Karangan yang berjudul "Bahasa Indonesia Terpadu" dimuat dalam buku Bahasa Indonesia 
              - Karangan yang berjudul "Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan" dimuat dalam buku Sosiologi
5. Huruf miring digunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan kata.
Contoh : - Dia itu mencuri bukan dicuri
              - Yang saya maksud adalah persentase bukan presentase
6. Huruf miring digunakan untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum disesuaikan ejaannya.
Contoh : - Pengakuan negara ada 2 macam, yaitu pengakuan negara secara de facto dan de jure
              - Nama ilmiah padi adalah oryza sativa

  • Penulisan Partikel dan Awalan
1. Ada awalan yang harus ditulis serangkai, yaitu adi- dan awa-
Contoh : - Negara adikuasa atau adidaya, merupakan negara yang mempunyai kekuasaan lebih di                                  percaturan politik internasional
              - Awasuara berarti kehilangan suara
2. Kata antara ditulis terpisah, sedangkan antar- ditulis serangkai.
Contoh : - Bus antarkota menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat yang sudah ditentukan
              - Tidak ada perbedaan di antara kita
3. Kata maha apabila dirangkai dengan kata dasar harus ditulis serangkai. Tetapi apabila dirangkai dengan kata bentukan tidak dirangkaikan.
Contoh : - Dia adalah mahasiswa Universitas Gunadarma
              - Tuhan adalah Maha Pemurah
4. Kata-kata seperti anti-, non-, sub-, poli-, Ultra-, supra-, ditulis serangkai dengan kata mengikuti.
Contoh : - Negara Indonesia adalah negara antikomunis
              - Pak Deddy ahli dalam supranatural
5. Gabungan dua kata yang diapit oleh awalan dan akhiran juga harus ditulis serangkai.
Contoh : - Ia harus menandatangani surat tersebut
              - Bunyi sila ke 3 Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Penulisan Bilangan
1. Bilangan yang menunjukkan nomor rumah, tanggal, tahun, dan jam harus menggunakan angka.
Contoh : - Jl. Merpati No. 15
              - Kamis, 16 Oktober 2014
2. Bilangan yang menunjukkan jumlah dari satu sampai sembilan harus menggunakan huruf.
Contoh : - satu juta rupiah
              - delapan juta rupiah
3. Bilangan yang menyatakan ukuran dengan timbangan selalu menggunakan angka.
Contoh : - 15 kg
              - 15.000 km
4. Bilangan tingkat dapat dinyatakan dengan huruf, angka, atau huruf dan angka.
Contoh : - abad VI
              - abad ke- 40

  • Tanda Baca
1. Tanda Titik (.)
    a. Digunakan untuk menandai berakhirnya kalimat.
        Contoh : - Terima kasih atas perhatiannya.
                      - Sony memasak nasi goreng.
    b. Digunakan untuk penomoran subbab atau bagian dari subbab.
        Contoh : - I. Pendahuluan
                      - IV. Kesimpulan
    c. Singkatan yang menggunakan huruf kecil menggunakan tanda titik.
        Contoh : - dst.
                      - dll.
    d. Digunakan untuk penulisan daftar pustaka.
        Contoh : - Rowling, J.K. 2011. Harry Potter: The Deathly Hallows. Jakarta:Gramedia.
                      - Saskia, Puteri. 2003. Bahasa Indonesia. Jakarta:Gramedia.
2. Tanda Koma (,)
    a. Digunakan untuk menandai adanya jedaan dalam suatu kalimat.
        Contoh : - Ah, aku lupa membawa payung
                      - Oh, ternyata dia adalah siswa baru
    b. Digunakan dalam kalimat majemuk yang anak kalimatnya mendahului induk kalimatnya.
        Contoh : - Walaupun sakit, ia tetap bersekolah
                      - Karena salah, ia pun meminta maaf
    c. Digunakan untuk memisahkan dua kalimat yang setara yang dihubungkan dengan kata tetapi, atau dan         melainkan.
        Contoh : - Dia sangat tampan akan tetapi dia sangat pelit
                      - Dia tidak bolos melainkan teman sebangkunya
    d. Digunakan untuk membatasi unsur-unsur dalam suatu perincian.
        Contoh : - Macam-macam model hp adalah Nokia, Samsung, IPhone, LG, dst.
                      - Budi, Anto, Roni, dan Dika adalah murid terpintar di kelas IPA
    e. Digunakan untuk membatasi kata-kata dalam petikan kalimat langsung.
        Contoh : - Gerry berkata, "Saya ngantuk sekai."
                      - "Kamu pintar sekali", kata Kakek
    f.  Digunakan untuk mengapit atau menyisipka keterangan.
        Contoh : - Anak itu, yang sudah lama tidak masuk sekolah, pindah ke sekolah lain yang lebih jauh
                      - Dosen itu, yang tidak mengajar lagi, sudah pensiun
    g. Digunakan untuk membatasi nama dan gelar yang terletak di belakang nama, jumalh rupiah, ketip, dan           sen, antara satuan dan persepuluh.
        Contoh : - Rp 1.500.000,-
                      - Charles Siahaan, S.E
3. Tanda Titik Koma (;)
    a. Digunakan untuk membatasi bagian kalimat yang memakai tanda koma.
        Contoh : - Badan sudah lelah; pekerjaan menumpuk
                      - Pak polisi sibuk mengatur lalu lintas, relawan menolong korban kecelakaan; pemakai jalan                             melihat dampak kecelakaan lalu lintas
    b. Digunakan untuk memisahkan kalimat-kalimat dalam suatu perincian.
        Contoh : - Saya mengucapkan terima kasih kepada :
                         1. Orangtua saya yang telah mendukung prestasi saya;
                         2. Teman-teman yang telah setia membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini.
4. Tanda Titik Dua (:)
    a. Digunakan untuk akhir dari suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian.
        Contoh : - Ibu membeli peralatan dapur : panci, wajan, kompor, sendok, garpu, dan gelas
                      - Toko itu menjual peralatan tulis : buku, pensil, pulpen, penggaris, dan penghapus
    b. Digunakan untuk pemerian yang berbentuk formula.
        Contoh : - Ketua : Cornelia Agatha
                      - Bendahara : Louis Raymond
    c. Digunakan untuk membatasi judul karangan dengan subjudulnya.
        Contoh : - Bahasa Inggris Bisnis (Trisno:2004)
                      - Kimia (Fachri:2005)
5. Tanda Petik (" ")
    a. Digunakan untuk kalimat langsung.
        Contoh : - Ayah berkata, "Hari ini kita akan pergi ke Bandung."
                      - "Sudah siang, ayo bangun!", kata Ibu
    b. Digunakan untuk menandai kata-kata yang tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya.
        Contoh : - Orang "kaya" itu sangat malas
                      - Dia sangat "jujur" sekali
6. Tanda Hubung (-)
    a. Digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang.
        Contoh : - buku-buku
                      - murid-murid
    b. Digunakan apabila huruf-huruf dirangkaikan dengan bilangan, huruf kecil, atau huruf kecil yang                       dirangkaikan dengan huruf kapital.
        Contoh : - Abad ke-15
                      - Sepatu Adidas-nya dijual
    c. Digunakan untuk membatasi tanggal, bulan, dan tahun, apabila semuanya ditulis dengan angka.
        Contoh : - 10-07-2011
                      - 30-05-2009
    d. Digunakan untuk menandai hubungan kata-kata dalam kelompok kata agar tidak menimbulkan tafsiran          yang tidak dikehendaki.
        Contoh : - anak-menteri itu penyabar sekali orangnya
                      - istri-dokter itu sangat angkuh
     e. Digunakan untuk menghubungkan awalan atau akhiran dalam bahasa Indonesia yang dirangkaikan                  dengan kata dasar asing.
        Contoh : - di-block
                      - men-download

  •  Tanda-Tanda Baca Yang Lain
    a. Tanda pisah (-) bisa berarti sampai dengan.
        Contoh : - Jarak rumahnya berkisar 5-10 km
                      - Dia cuti kerja dari tanggal 13-20 Agustus
    b. Tanda elips (....) digunakan untuk menandai tuturan yang terputus-putus.
        Contoh : - Hmm....saya tidak mengerti ucapan kamu
                      - Kalau kamu mau...pergilah denganku
    c. Tanda tanya (?) digunakan untuk menandai kalimat tanya dan diletakkan di akhir kalimat.
        Contoh : - Apa kamu sakit?
                      - Siapa orangtuamu?
    d. Tanda seru (!) digunakan untuk menandai seruan/perintah/panggilan.
        Contoh : - Jangan buang sampah sembarangan!
                      - Cepatlah belajar!
    e. Tanda kurung (( )) untuk mengapit keterangan atau penjelasan.
        Contoh : - Ia kuliah di UNJ (Universitas Negeri Jakarta)
                      - Ia sedang pergi ke LA (Los Angeles)
    f.  Tanda garis miring (/) digunakan untuk penomoran surat.
        Contoh : - No:79/KPP/XII2011
                      - No:001/KPB/XI/2011
   g.  Tanda penyingkat atau apostrof (') digunakan untuk menunjukkan adanya bagian-bagian yang                       dilesapkan.
        Contoh : - Ku 'kan berlari sejauh mungkin
                      - Pagi t'lah tiba